Jurnal Retur Pembelian dan Retur Penjualan

ZamanTekno.com Pengertian Jurnal Retur Pembelian dan Jurnal Retur Penjualan – Dalam dunia trading, jurnal return merupakan sesuatu yang cukup erat kaitannya dengan proses jual beli itu sendiri. Secara singkat arti return adalah pengembalian. Karena ini adalah proses jual beli, pengembalian harus dipahami di sini sebagai pengembalian barang.

Mungkin Anda sudah pernah memesan atau membeli suatu barang, namun ketika Anda menerimanya ternyata barang tersebut tidak sesuai dengan yang Anda inginkan? Atau Anda berada di posisi penjual yang mengalami retur dari pembeli karena kondisi barang atau kesalahan pengiriman?

Perhatikan Pengertian Jurnal Retur Pembelian dan Jurnal Retur Penjualan

Perhatikan Pengertian Jurnal Retur Pembelian dan Jurnal Retur Penjualan

Barang dapat dikembalikan dengan berbagai alasan, baik itu karena barang rusak, dalam kondisi buruk atau bahkan tidak sesuai pesanan. Sehingga jurnal retur dalam pengembalian dapat dilakukan dengan syarat pembeli dan penjual telah sepakat. Membuat jurnal retur penjualan dan jurnal retur pembelian berguna agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Fungsi Pengembalian Atau Jurnal Retur Pembelian Maupun Penjualan

Dalam praktiknya, pengembalian memiliki beberapa fungsi. Beberapa fungsi yang terkait dengan proses pengembalian atau pengembalian barang adalah fungsi akuntansi, fungsi penjualan, fungsi penerimaan, dan fungsi pergudangan.

Baca Juga : Rumus Persamaan Dasar Akuntansi Mudah Dipahami

Pengertian Jurnal Fungsi Akuntansi

Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat transaksi retur penjualan dalam jurnal umum (atau jurnal retur penjualan) dan mencatat penurunan piutang dan peningkatan persediaan akibat retur penjualan dalam kartu piutang dan kartu persediaan. Selain itu, fungsi akuntansi ini juga bertanggung jawab untuk mengirimkan nota kredit kepada masing-masing pembeli.

Fungsi Penjualan

Dalam proses transaksi pengembalian, fungsi penjualan bertanggung jawab untuk menerima pemberitahuan pengembalian barang yang dibeli oleh pembeli. Otorisasi pengembalian barang yang dijual dilakukan dengan membuat nota kredit, yang dikirim ke departemen penerimaan barang.

Sektor Fungsi Penerima

Kemudian dari transaksi retur, kegunaan penerimaan ini ditanggungkan saat menerima barang berdasarkan otorisasi yang diperoleh pada nota kredit yang diterima dari fungsi penjualan.

Dari Fungsi Penyimpanan

Kemudian fungsi pergudangan adalah fungsi yang bertanggung jawab atas restocking barang yang diterima dari retur setelah barang melewati tahap pemeriksaan oleh fungsi penerima. Penerimaan barang dari proses retur ini dicatat oleh fungsi gudang dalam kartu gudang.

Jurnal Retur Pembelian

Retur pembelian adalah proses pengembalian suatu produk atau barang dagangan yang tidak sesuai atau dalam kondisi buruk dari pembeli kepada pemasok (supplier). Secara umum retur pembelian mengacu pada jumlah barang yang tidak sedikit.

Jurnal Retur Pembelian

Menurut Mulyadi, sistem retur pembelian digunakan perusahaan untuk mengembalikan barang yang dibeli kepada pemasoknya. Barang yang diterima supplier terkadang tidak sesuai dengan barang yang dipesan sesuai pesanan. Ketidaksesuaian dapat terjadi karena barang yang diterima tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera dalam pesanan, barang rusak dalam perjalanan, atau barang yang diterima melebihi tanggal pengiriman yang dijanjikan oleh pemasok.

Ada dua jenis transaksi retur pembelian yaitu tunai dan kredit. Seperti namanya, cash return berarti pembeli membeli barang secara tunai. Pembeli diuntungkan karena jika terjadi retur, supplier dapat langsung mengganti barang retur dengan imbalan uang tunai yang dibayarkan. Selain itu, tidak ada biaya jaminan kredit yang akan dibebankan kepada pembeli.

Pengembalian Pembelian Secara Kredit

Selanjutnya adalah pengembalian pembelian secara kredit. Dalam hal ini pembeli membeli dengan harga beli yang belum dibayar lunas. Anda membeli secara kredit sehingga kewajiban nanti muncul di akun.

Jika barang dikembalikan, pemasok akan langsung memotong biaya pelunasan barang dari jumlah nominal barang yang dikembalikan. Singkatnya, penjual hanya membayar harga pembelian barang dikurangi biaya kerugian akibat retur.

Proses retur ini kemudian dicatat dalam laporan keuangan pada akun jurnal retur pembelian. Catatan ini dapat digunakan sebagai data jumlah atau persediaan barang yang ada. Hal ini terjadi karena proses pengeluaran atau pengembalian barang mempengaruhi tingkat persediaan.

Jurnal retur pembelian merupakan akun khusus dalam laporan keuangan yang isinya merupakan catatan retur pembelian yang lengkap dan terperinci. Dalam jurnal keuangan, jurnal pengembalian diposting di bagian kredit, sedangkan di bagian hutang dicatat di bagian debet.

Salah satu syarat pengembalian barang adalah bukti transaksi pembelian yang dilakukan. Dalam jurnal pengembalian, bukti transaksi disebut sebagai nota debet. Nota debet adalah dokumen yang membuktikan transaksi yang dilakukan oleh penjual kepada pembeli untuk mengembalikan barang. Nota debit biasanya dilampirkan pada barang yang akan dikembalikan.

Baca Juga : Manfaat Dan Fungsinya MEA Bagi Negara Indonesia

Jurnal Retur Penjualan

Pengembalian menurut Soemarso adalah barang yang dijual yang dikembalikan oleh pelanggan karena rusak atau sebab lain, dengan pelanggan kemudian menerima potongan harga (refund penjualan).

Pengertian retur penjualan adalah penerimaan barang yang dilakukan setelah proses penyerahan oleh penjual dan barang tersebut dikembalikan oleh pembeli. Pengembalian terjadi apabila barang yang dikirim oleh penjual tidak sesuai dengan keinginan pembeli atau tidak lengkap bahkan dapat rusak. Dalam dunia usaha perdagangan atau jual beli, retur penjualan merupakan indikasi peningkatan kuantitas barang, namun menimbulkan kerugian.

Jurnal Retur Penjualan

Pengembalian barang yang dikembalikan akan mengakibatkan penjual menanggung biaya pembuatan barang. Penjual memiliki dua pilihan untuk mengganti barang yang rusak, yaitu penggantian tunai atau barang baru.

Proses Pengembalian Barang Tergantung Kesepakatan

Seperti yang sudah dibahas di awal artikel, proses pengembalian barang tergantung kesepakatan antara penjual dan pembeli. Jika terjadi retur penjualan, penjual harus memiliki bukti atas barang retur tersebut. Bukti ini disebut nota kredit.

Kredit adalah bukti pengurangan hutang penjual kepada pembeli. Kredit umumnya diterbitkan dalam rangkap dua. Lembar nota asli disiapkan oleh penjual sendiri dan disimpan sebagai dokumen untuk penyusunan jurnal retur penjualan dalam laporan keuangan, sedangkan salinan nota tersebut dikirimkan kepada pembeli untuk digunakan sebagai arsip.

Ada beberapa hal yang harus dicari dalam jurnal retur penjualan, antara lain:

  • Ketika akun penjualan didebet, berarti pendapatan perusahaan berkurang dan juga mempengaruhi margin kotor perusahaan.
  • Harga pokok penjualan disesuaikan karena retur penjualan meningkatkan persediaan.
  • Margin kotor perlu dipertimbangkan, apakah itu biaya atau penjualan. Jika Anda dalam penjualan, Anda dapat segera mengurangi jumlah penjualan dengan margin itu, tetapi jika itu adalah pengeluaran, Anda perlu menyesuaikan jumlah pengeluarannya.
  • Harga pokok penjualan dan persediaan disesuaikan dengan margin karena pengembalian dari penjualan tidak menghasilkan pendapatan bagi perusahaan dan oleh karena itu laba harus dibalik.

Retur penjualan dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu:

  • Retur penjualan yang mengurangi klaim pembeli.
  • Retur penjualan yang mengembalikan pembayaran pembeli.
  • Retur penjualan yang mengharuskan penjual mengganti barang yang rusak. Itu juga bisa disebut persyaratan.

Catatan posting berikut digunakan dalam jurnal retur penjualan:

Jurnal Umum Atau Lembar Keluhan Penjualan

Hasil penjualan dan piutang yang berkurang akibat transaksi retur penjualan dicatat oleh fungsi akuntansi dalam jurnal umum, atau jika perusahaan menggunakan jurnal khusus dicatat dalam jurnal retur penjualan.

Kartu Kamp

Untuk kartu persediaan adalah buku pembantu persediaan untuk ketersediaan barang dagangan yang digunakan untuk melacak peningkatan jenis persediaan tertentu sebagai akibat dari operasi penarikan barang dagangan.

Kartu Kamp

Kemudian kartu persediaan adalah buku pembantu yang digunakan untuk mencatat kenaikan jenis persediaan produk jadi tertentu sebagai akibat dari transaksi tersebut dalam jurnal retur penjualan.

Akun Dapat Diperoleh

Kartu piutang adalah buku pembantu piutang yang digunakan untuk mencatat pengurangan piutang dari debitur sebagai akibat dari transaksi.

Baca Juga : Arti Dari CRM Dan Pahami Fitur dan Fungsinya

Kesimpulan

Nah, informasi di atas tentang – Pengertian Jurnal Retur Pembelian dan Jurnal Retur Penjualan. Lalu singkatnya, pengembalian adalah proses yang terjadi antara pemasok (supplier) dan penjual atau penjual dan pembeli. Proses ini mengacu pada pengembalian barang yang dibeli karena berbagai alasan.

Alasan umum yang sering muncul adalah pembeli tidak puas dengan barang tersebut. Hal ini dapat terjadi karena barang yang dikirim tidak sesuai dengan pesanan atau ternyata barang tersebut rusak, pecah, atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Pembelian dan retur penjualan dicatat dalam buku yang disebut jurnal retur pembelian dan jurnal retur penjualan. Keduanya merupakan elemen penting dalam laporan keuangan. Perbedaannya adalah jurnal retur pembelian digunakan oleh pembeli untuk mengirimkan barang kembali ke pemasok sedangkan jurnal retur penjualan digunakan oleh pembeli untuk ditujukan kepada penjual barang.

Saat Anda mencatat retur penjualan atau pembelian, Anda juga harus memeriksa semua transaksi retur penjualan dan pembelian dengan catatan kredit dan debitnya. Karena ada juga beberapa perbedaan dalam akuntansi transaksi tersebut.

Jika Anda menerima barang yang dikembalikan atau bahkan mengirimkan pengembalian atau pengiriman ulang suatu barang, jangan lupa untuk selalu mengecek ulang jumlah, kategori dan spesifikasi barang yang dikembalikan. Banyak orang tidak terlalu memperdulikannya, padahal itu cukup penting untuk menghindari kesalahan kedua.

Point of Sales (POS) yang secara otomatis mencatat semua aktivitas penjualan perusahaan Anda. Data tersimpan dengan aman di perangkat yang Anda gunakan untuk bisnis Anda dan bukan di server jarak jauh, sehingga tidak ada lagi ketakutan kehilangan data jika jaringan internet tiba-tiba terputus. Dengan penyimpanan data konsumen yang lengkap, otomatis ini memudahkan Anda untuk menindaklanjuti suatu transaksi jika ternyata proses retur konsumen.