Pelajari Sistem Informasi Geografi Dengan Konsep GIS

ZamanTekno.com Pelajari Sistem Informasi Geografi Dengan Konsep GIS –  Mungkin Anda masih asing dengan istilah GIS (Geographical Information System). Namun, Anda mungkin tidak menyadari bahwa Anda telah menerapkan konsep dasar GIS dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, Anda telah menikmati produk-produk teknologi informasi tersebut. maka Kita harus mengatahui lebih dalam untuk Pelajari Sistem Informasi Geografi Dengan Konsep GIS ini.

Saat mendeskripsikan peta atau membuat peta tematik, mereka secara tidak langsung menerapkan beberapa konsep dan tahapan dalam GIS sederhana. Lalu apa saja konsep dasar dan tahapan kerja dalam SIG? Mari kita pelajari dengan seksama dan serius agar anda memahami sistem kerja SIG yang benar.

Pelajari Sistem Informasi Geografi Dengan Konsep GIS

Mari Kita Pelajari Definis Sistem Informasi Geografi Dengan Konsep GIS

Pengertian SIG merupakan suatu sistem yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan, mengelola dan menyajikan data atau informasi yang berkaitan dengan geografi. Data tersebut berisi data atau fakta lengkap tentang permukaan bumi, seperti: kondisi geologi, topografi, jenis tanah, hidrologi, iklim dan budaya. Bentuk data di sajikan dalam bentuk peta, sehingga sistem informasi geografis tidak dapat di pisahkan dari peta sebagai database. Dengan cara pelajari sistem informasi geografi kita bisa tahu isi dari sistem geografis ini.

Menurut Beberapa Ahli, Ada Beberapa Definisi SIG (Sistem Informasi Geografi).

  • GIS merupakan sistem perangkat keras, perangkat lunak, dan data pribadi yang di miliki oleh organisasi dan institusi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan informasi tentang area di permukaan bumi. (Chrisman: 97).
  • GIS merupakan sistem komputer untuk mengumpulkan, mempelajari, mengintegrasikan, dan menganalisis informasi tentang permukaan bumi (Demers: 97).
  • SIG merupakan teknologi informasi yang dapat menganalisis, menyimpan dan menampilkan data baik spasial maupun non spasial (Guo:20).
  • SIG merupakan sistem komputer yang digunakan untuk memperoleh, menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan data yang berkaitan dengan posisi di permukaan bumi (Rice: 20).

Menurut Beberapa Ahli, Ada Beberapa Definisi SIG

Dari pengertian tersebut dapat di simpulkan bahwa SIG merupakan suatu sistem komputerisasi yang di gunakan untuk menyimpan, memanipulasi dan menganalisis informasi geografis.

Baca Juga : Prediski Tren Teknologi Tahun Ini Hingga 2023

Manajemen Sistem Informasi Geografis

Dengan SIG, semua data di suatu area dapat di simpan, diproses, dan di analisis melalui komputer. Teknologi komputer mampu mengolah berbagai informasi dengan cepat dan akurat, sehingga SIG berbasis teknologi komputer menjadi pilihan banyak pengguna saat ini.

Cara mengelola SIG sebagai suatu sistem pada dasarnya terdiri dari tiga subsistem.

Subsistem masukan (input subsystem), yaitu kumpulan data objek geografis, yang mendukung dan di mana topik geografi dapat di masukkan, di informasikan. Data GIS di dapat lewat map, spreadsheet, fotho udara, citra satelit, dan analisa survei lapangan.

Subsistem Pengolahan dan Penyimpanan (Processing and storage subsystem), yaitu penyimpanan data yang memungkinkan pengambilan secara tepat dan akurat.

Ada dua jenis data yang diolah atau dikelola, yaitu:

1.Geodata atau data grafik atau geodata.

2.Data deskriptif atau data atribut.

Stastistik dan Pengolahan Data geografi di Praktekan Melalui 2 cara, yakni :

1.Penginderaan jauh berupa foto udara, citra radar dan citra satelit.

2.Data statistik (pengukuran langsung di lapangan atau di lapangan) yang tidak dapat dipantau dari jarak jauh, mis. Kepadatan penduduk dan batas administrasi.

Subsistem penyajian (output subsystem), yaitu penyajian seluruh atau sebagian data dalam bentuk tabel, file elektronik (digital) peta dan grafik.

Dari ketiga subsistem tersebut, pengelolaan data geografis merupakan pengelolaan data berbasis kerja komputer. Proses komputerisasi data (input) harus berupa nomor atribut (numerik). Oleh karena itu, sifat data harus diubah menjadi data digital atau atribut menggunakan komputer sesuai dengan prinsip GIS.

Contoh:

1.Data penginderaan jauh berupa foto udara di ubah menjadi bentuk digital.

2.Data satelit dalam bentuk digital dapat langsung di gunakan.

Untuk mengubah data peta menjadi data GIS digital dapat di lakukan melalui dua proses, yaitu digitalisasi garis atau grid (kotak) dan scanning (sweeping) dengan alat yang disebut scanner. Jika subsistem GIS di klarifikasi berdasarkan deskripsi jenis input, proses dan jenis output yang tersedia, subsistem GIS dapat di gambarkan sebagai berikut.

Fase Kerja GIS

Tahapan dalam SIG melibatkan tiga hal yaitu masukan (input), proses dan keluaran (output). Semua informasi atau data GIS di suatu area dapat di simpan, di edit secara bersamaan melalui komputer dan di analisis. Selain prosedur dengan bantuan komputer, cara manual juga bisa di lakukan, namun memakan waktu lebih lama.

Fase Kerja GIS

Tahapan kerja SIG dapat dilakukan sebagai berikut:

Baca Juga : Tren Peluang Bisnis Online Tanpa Modal Di Tahun 2022

Memasukkan

Dalam pekerjaan GIS, data mentah atau database diperlukan, yaitu Data yang dikumpulkan selama survei dimasukkan ke dalam komputer, atau peta yang ada disusun secara optik dan dimasukkan ke dalam komputer. Secara garis besar data terbagi menjadi dua bagian, yaitu data atribut dan data spasial.

Data Atribut

Data atribut merupakan data yang ada dalam suatu ruang atau lokasi. Atribut menggambarkan informasi.

Geodata

Data spasial merupakan data yang menunjukkan ruang, lokasi, atau lokasi di permukaan bumi. Data spasial di representasikan dalam dua bentuk atau model, yang pertama merupakan bentuk raster berupa sistem persegi atau grid, yang kedua merupakan bentuk vektor yang berupa sistem koordinat.

Maka bisa di rumuskan maka titik mula dan akhir polygon mempunyai nilai koordinat yang sama atau polygon tertutup dengan sempurna. Citra tersebut merupakan citra sistem koordinat grid yang terletak di pojok kiri atas. Nilai x naik ke kanan dan nilai y naik ke bawah.

Dengan sistem koordinat seperti gambar di atas, semua kekhasan bumi dapat di jelaskan. Semakin pendek jarak antara Antartika pada sumbu x dan sumbu y, semakin dekat gambar dengan kenyataan.

Prosedur

Proses dalam GIS dapat di gunakan untuk mengambil, memanipulasi, dan menganalisis data yang tersimpan di komputer. Jenis-jenis analisis data merupakan sebagai berikut: analisis lebar, analisis penjumlahan aritmatika, dan analisis garis bidang.

Out (keluar)

Data yang dianalisis dengan SIG akan memberikan informasi kepada pengguna data sehingga dapat di gunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keluaran SIG dapat berupa peta tercetak (hardcopy), catatan (softcopy) dan tampilan (displays).

Dengan GIS, siapa pun dapat membuat peta dan mengubah atau memodifikasinya kapan saja dengan cepat. Selain itu, pengguna GIS juga dapat melakukan post-edit pembuatan peta kapan saja dengan tingkat akurasi yang tinggi, misalnya saat membuat peta Amerika Selatan berdasarkan berbagai informasi atau tema yang tersedia.

Komponen SIG

Proses GIS membutuhkan bagian GIS, yang salah satu system kompleks yang biasanya terintegrasi melalui area sekitar dengan sistem komputasi lain saat di tingkat fungsional dan jaringan.

Berikut ini merupakan komponen-komponen SIG:

  • Perangkat keras (hardware) bersifat unit komputer yang terdiri dari CPU, VDU, disk drive, tape drive, digitizer, printer dan plotter.
  • Software berupa modul program seperti Arc/info, Arc View, Map Info, R2V, dll.
  • Data dan informasi geografis berupa geodata (peta), foto udara, citra satelit dan data faktual seperti data kependudukan, data industri dan data pertambangan.
  • Manajemen dalam hal sumber daya manusia yang memiliki keahlian untuk mengolah SIG.
  • Dari uraian di atas secara keseluruhan, SIG tidak hanya di terapkan di bidang sumber daya alam, tetapi sekarang berkembang di bidang perencanaan pembangunan.

Baca Juga : Potensi Peluang Bisnis Menjanjikan Yang Ada di Indonesia

Perkembangan SIG yang menggunakan teknologi komputer berupa perangkat keras dan perangkat lunak dapat di gunakan untuk membantu memecahkan masalah yang muncul ketika berhadapan dengan berbagai data.

Informasi Tentang Jaringan

Jika perlu, langkah selanjutnya merupakan menghubungkan database ke jaringan melalui internet agar orang lain dapat mengaksesnya. Namun, perlu di ketahui bahwa tidak semua informasi dapat di akses dengan mudah. Hal ini berkaitan dengan biaya yang terlibat dalam pembuatan GIS, jadi terkadang informasi harus di beli atau di kompensasikan.

Agar tampilan peta SIG lebih menarik dan informatif berdasarkan langkah-langkah di atas, maka perlu di tampilkan dalam bentuk 3D. Misalnya, untuk menganalisis daerah rawan longsor, di perlukan representasi peta tiga di mensi agar morfologi suatu daerah dapat terlihat lebih jelas.

 

Padahal, jika kita menelaah beberapa istilah SIG sebelumnya, selalu identik dengan penggunaan komputer. Bagi Anda yang tidak memiliki fasilitas tersebut di sekolah, tidak perlu khawatir. Karena yang terpenting dari SIG merupakan cara kerjanya, yang meliputi pemasukan data, pengambilan dan penyimpanan data, analisis dan manipulasi data, serta pelaporan.

GIS berhubungan dengan data ruang-waktu dan seringkali, tetapi tidak selalu, menggunakan komputer. Komputer hanya di gunakan untuk mempercepat analisis dan menyimpan data dalam jumlah besar. Anda dapat dengan mudah melakukan ini melalui operasi GIS tradisional. Pada dasarnya, GIS di dasarkan pada pemetaan konvensional.

SIG yang di produksi secara tradisional menganut teknik kartografi atau teknik pemetaan pada umumnya. Representasi data spasial di praktikan melalui gambaran peta lewat selembar kertas atau permukaan rata memakai perangkat kartografi, Misalkan Rapido, label set, pensil, kertas kalkir dan tool sketsa lainnya. Lebih mudah lagi jika Anda menggunakan plastik transparan sebagai permukaan datar dan tanda berwarna.

Berikut langkah-langkah aktivitas GIS tradisional yang dapat Anda lakukan:

Langkah Persiapan

Pertama, Anda perlu menentukan jenis peta yang ingin Anda buat. Peta yang di tentukan mengacu pada pencarian data yang di perlukan, peta tematik yang perlu di kumpulkan dan cara analisis di lakukan.

Data yang di butuhkan dapat di peroleh dari berbagai instansi yang menyediakan data, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pertahanan Negara (BPN), Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Dinas Tata Kota, dan lain-lain. Selain itu, pengumpulan data juga dapat di lakukan melalui studi lapangan dan percontohan pada peta yang Anda miliki.

Langkah-Langkah Pembuatan Peta

Ketika semua jenis data dan beberapa peta yang Anda butuhkan telah di kumpulkan, Anda dapat mulai membuat peta. Langkah-langkah berikut harus di perhitungkan: Menyediakan alat menggambar (plastik transparan, pulpen warna untuk plastik transparan, minyak tanah untuk menghapus kesalahan goresan pena, dan meja gambar).

  • Menyiapkan peta tentunya peta yang akan di gunakan dan di buat harus memiliki skala yang sama.
  • Dengan demikian, peta yang di buat dapat di tumpangkan.
  • Kemudian letakkan kartu di atas meja gambar! Ambil plastik bening dan letakkan di peta tadi.
  • Agar posisi plastik tidak berubah (bergerak), maka perbaiki dengan pita perekat atau double tip.
  • Gunakan spidol transparan untuk mulai menggambar ulang (tracing) di atas plastik.
  • Warnai objek yang di gambar sesuai dengan peta yang di lacak, mis. merah untuk jalan, hitam untuk batas administrasi, biru untuk wilayah perairan dan hijau untuk batas vegetasi.
  • Buat outline pada plastik bening untuk menandai batas area yang di gambar.
  • Ulangi langkah-langkah ini untuk membuat peta tematik lain yang Anda butuhkan.

Langkah Analisis

Setelah peta gabungan selesai, langkah selanjutnya merupakan menganalisisnya. Pada tahap ini, peta tematik yang Anda buat di tumpangkan pada tabel gambar. Di bagian paling atas merupakan plastik transparan untuk menggambar ulang peta yang sebelumnya di lapis. Penggabungan peta dapat di lakukan secara langsung.

Jika kesulitan, Anda bisa menggantinya menggunakan kertas kalkir seukuran plastik. Ini untuk membuat peta gabungan lebih rapi. Gunakan Rapido dalam berbagai ukuran dan set font untuk menggambar dan menulis deskripsi peta pada kertas kalkir. Gambar ulang semua objek pada peta komposit dan buat legenda peta dan atributnya.

Baca Juga : Jenis Teknologi Di Kehidupan Manusia Zaman Sekarang

Akhir Kata

Demikian pembahasan mengenai – Pelajari Sistem Informasi Geografi Dengan Konsep GIS – (Geographic Information System). Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu untuk semuanya.