Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan atas artikel

8 Hal Yang Menyebabkan Tanaman Hias Cepat Layu dan Mati

Mempunyai tanaman hias memang menjadi hal yang menyenangkan, bahkan ada banyak sekali manfaat yang akan diperoleh terutama terhadap kesehatan mental. Namun, masih banyak para penghobi tanaman hias, terutama bagi pemula yang sering melakukan kesalahan dalam perawatan yang justru akan membuat tanaman hias menjadi cepat mati. 
 
Ada orang yang mengatakan bahwa tanaman hias tidak akan mati tanpa sebab, karena tanaman hias sebenarnya sangat terprediksi, dan tentu bergantung pada spesiesnya. Tetapi, ada banyak tanaman hias yang mati, dan itu semua pasti ada kesalahan yang dilakukan oleh pemilik. Berikut ini ada beberapa kesalahan yang membuat tanaman hias cepat mati.

Penyebab Tanaman Hias Cepat Mati

8 Hal Yang Menyebabkan Tanaman Hias Cepat Layu dan Mati

1. Disiram Terlalu Banyak

Banyak sekali para penghobi tanaman khususnya pemula yang menganggap bahwa tanaman akan membutuhkan banyak air agar bisa tumbuh subur. Tetapi faktanya tanaman tidak membutuhkan banyak air, namun cukup air agar bisa tumbuh dengan baik. Itulah mengapa banyak orang yang melakukan penyiraman overwatering atau terlalu banyak yang sering terjadi. Menurut beberapa penelitian, hanya ada sedikit tanaman yang ada di dalam pot yang bisa disiram setiap harinya. Bahkan ada juga tanaman yang tidak perlu disiram dengan air terlalu banyak. 
 
Nah, jika Anda masih bingung dalam menentukan frekuensi penyiraman, maka bisa menunggu sampai tanahnya menjadi kering sebelum menyiramnya lagi. Cara lain yaitu Anda bisa melihat tanda-tanda seperti daun tampak layu atau terkulai. Tanaman memang tidak membutuhkan banyak air, tetapi jangan sampai terlalu jarang dalam menyiram tanaman karena itu bisa membuatnya menjadi kering.

2. Lokasi Tidak Cocok

Setiap tanaman pasti mempunyai kebutuhan masing-masing dan jika Anda belum terlalu paham maka bisa bertanya dengan penjual tanaman yang sudah berpengalaman, dan tentunya Anda akan lebih tahu cara merawat tanaman yang tepat. Selain itu, Anda juga bisa mencari tahu berbagai macam informasi tentang perawatan tanaman lewat buku atau bahkan internet. 
 
Beberapa tanaman pasti mempunyai kebutuhan spesifik tentang dimana lokasi tepat yang harus dilakukan, apakah lebih baik di luar ruangan atau bahkan hanya di dalam ruangan. Meletakkan di lokasi yang tidak cocok hanya akan membuat tanaman akan cepat mati. Jadi, sebelum membeli tanaman, sebaiknya Anda ketahui terlebih dahulu kebutuhan tanaman, mulai dari kebutuhan sinar matahari sampai kelembapannya.

3. Terlalu Minim dan Terlalu Banyak Cahaya

Agar tanaman bisa tumbuh dengan baik, Anda juga harus mengetahui kebutuhan cahaya dari tanaman yang akan dipelihara. Apabila tanaman tidak mendapatkan cahaya yang cukup atau terpapar cahaya matahari terlalu banyak maka bisa membuat tanaman hias akan cepat mati. Beberapa tanaman mungkin ada yang hanya membutuhkan cahaya tidak langsung agar pertumbuhannya menjadi sehat. Namun, apabila tanaman tersebut disuplai dengan sinar matahari langsung terlalu banyak, maka tanaman bisa lemah atau bahkan mati.

4. Drainase Buruk

Hal ini hampir mirip dengan kasus overwatering, penyiraman dan drainase juga mempunyai kaitan yang sangat erat. Namun, keduanya sangat sulit untuk dibedakan, tetapi yang pasti jika darinase buruk maka dapat merusak tanaman. Pot dengan drainase yang sangat buruk bisa terjadi pada tanaman hias yang sudah terikat dengan akar. 
 
Kondisi tersebut bisa dengan mudah menahan air di dasar pot, walaupun di bagian atasnya masih terlihat kering. Yang dihasilkan yaitu tanaman akan meredam air, sehingga menciptakan kondisi sempurna untuk pembusukan akar. Jadi, semakin baik drainase yang ada pada tanaman, maka Anda akan semakin sering dalam menyiram tanaman tanpa melakukan kesalahan.

5. Tidak Repotting

Semua orang pasti akan membiarkan tanamannya pada kondisi awal selama 1 atau bahkan 2 bulan selama tanaman masih tumbuh subur dan terlihat sehat. Tetapi, setelah itu pasti mereka akan sangat terkejut dan bingung karena melihat tanaman yang tiba-tiba gagal atau mati tanpa alasan yang jelas. 
 
Dari beberapa kasus, menyimpulkan bahwa hal ini disebabkan oleh tanaman terikat akar yang tidak menerima nutrisi memadai dari tanah. Tidak semua jenis tanaman memerlukan repotting setiap tahunnya, tetapi Anda harus sering memeriksa tanaman yang terikat akar.

6. Menggunakan Tanah Pot Lama

Biasanya tanah pot didasarkan pada gambut, yang nantinya bakal rusak seiring berjalannya waktu dan bisa menjadi lebih asam. Nah, pada saat tanah gambut rusak, maka yang terjadi yaitu air dan oksigen akan menjadi lebih sulit untuk masuk sepenuhnya ke zona akar, sehingga tanaman akan merasa kelaparan secara perlahan dan akan mati apabila Anda tidak melakukan perubahan apapun. Solusi terbaik yaitu Anda harus melakukan repotting pada tanaman yang membutuhkannya. Namun, jika tanaman sudah terlalu tua, maka Anda bisa melakukan stek dan ditanam di tempat yang baru.

7. Masalah Pupuk

Pada dasarnya, tanaman dengan zona akar yang sehat biasanya bisa bertahan dari fluktuasi suhu, tingkat cahaya yang kurang ideal sampai kondisi pencahayaan yang tidak sempurna. Sebenarnya tanaman pun mirip dengan rumah yang membutuhkan fondasi kuat agar bisa tumbuh dengan subur. Banyak orang yang mengatakan, bahwa dengan menyediakan jumlah cahaya yang ideal dan bisa memberikan pupuk secara tepat, maka tanaman akan mudah tubuh dengan subur.

8. Tidak Membersihkan Daun

Masih banyak orang yang sangat menyepelekan hal ini. Padahal dalam membersihkan daun pada tanaman hias menjadi hal yang sangat penting agar bisa membuat tanaman menjadi indah dan sehat. Terutama untuk tanaman yang ada di dalam ruangan, matahari yang didapatkan sangat sedikit. Lapisan debu yang ada di permukaan daun berkontribusi menghalangi sinar matahari langsung dan tidak langsung, bahkan mengurangi kemampuan tanaman dalam proses fotosintesis. Akibatnya yaitu tanaman akan terlihat lemah dan stres, sehingga lama kelamaan pasti akan mati.