Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan atas artikel

6 Resiko Yang Akan Dialami Jika Berprofesi Sebagai Pelaut

Menjadi seorang pelaut memang menjadi sebuah cita-cita anak laki-laki, karena pelaut memang terkesan sangat gagah dimata seorang wanita. Untuk menjadi seorang pelaut Anda bisa sekolah di berbagai akademi yang mempunyai jurusan khusus untuk pelaut, contohnya Akpelni, AMC, PIP Semarang, atau bahkan bisa juga AKMI. Ketika Anda menempuh pendidikan di sekolah pelayaran, maka potensi untuk menjadi pelaut sangatlah besar. Gaji seorang pelaut pun sangat menggiurkan, sehingga banyak anak muda yang memutuskan untuk menjadi pelaut. Namun dibalik semua itu, ternyata profesi pelaut memiliki berbagai macam resiko. Apa saja resikonya? Berikut ada beberapa resiko yang akan Anda alami jika memutuskan untuk menjadi seorang pelaut.

Resiko Seorang Pelaut

6 Resiko Yang Akan Dialami Jika Berprofesi Sebagai Pelaut

1. Jauh Dari Keluarga

Jika mendengar kata pelaut pasti yang ada di benak orang lain yaitu jarang pulang. Pendapat tersebut sangatlah benar karena jika Anda menjadi pelaut maka harus rela meninggalkan keluarga di rumah bahkan meninggalkan istri yang sedang hamil atau meninggalkan anak yang baru lahir. Hal ini tentu akan sangat menyedihkan, tetapi karena sudah menjadi tuntutan pekerjaan mau tidak mau harus menjalaninya demi mencari uang untuk biaya hidup keluarga. Biasanya pelaut akan pulang sekitar 6 bulan sekali bahkan ada juga yang 1 tahun sekali. Saat diberi kesempatan libur pun tidak begitu lama, paling sekitar 2 minggu. Banyak sekali pelaut yang baru saja menikah 3 hari langung meninggalkan istri berlayar.

2. Bekerja di Bawah Tekanan

Hampir semua pekerjaan pasti ada tekanannya tersendiri, tak terkecuali pelaut. Seorang pelaut yang bekerja di kapal besar pasti memiliki tekanan lebih ringan dibandingkan mereka yang masih bekerja di kapal kecil. Untuk itu jika Anda ingin bekerja tetapi minim tekanan, sebaiknya bekali diri dengan berbagai sertifikat keahlian, karena jika Anda memiliki sertifikat tersebut maka akan mudah untuk naik jabatan dan bekerja lebih tenang.

3. Melawan Badai dan Ombak

Hal yang pasti dialami oleh seorang pelaut yaitu melawan badai dan ombak. Bagaimana tidak, mereka bekerja di tengah laut yang tidak bisa melihat daratan dan harus menghadapi alam yang tidak bisa diprediksi. Apabila saat berangkat cuaca cerah, bisa jadi saat berada di tengah lautan cuaca menjadi mendung bahkan hujan. Dan ketka hujan otomatis harus mewaspadai ombak yang ganas. Jadi pesan untuk pelaut harus mengetahui trik ketika menghadapi badai agar bisa melindungi diri sendiri dan orang lain.

4. Bekerja Full Time Seharian

Menjadi pelaut harus siap bekerja 24 jam penuh, karena walaupun mereka diberikan waktu untuk tidur, pasti tidak akan bisa tidur nyenyak karena mereka masih berada di tengah lautan dan harus selalu waspada jika ada suatu hal yang terjadi secara mendadak. Selain itu juga di tengah laut pasti terdapat berbagai macam rintangan yang harus dihadapi seperti salah jalur atau bahkan ada kerusakan kapal yang terjadi. Kebanyakan dari mereka tidak tidur ketika posisi sedang berada di tengah laut.

5. Tinggal di Lingkungan Terbatas

Pekerjaa pelaut sangat berbeda dengan kerja kantoran, karena mereka harus hidup dengan ketebatasan dan tidak bisa bebas. Jika pekerja kantoran bisa menikmati hal lain setelah bekerja, seperti nonton bioskop, makan di restoran dan lainnya. Berbeda dengan pelaut yang tidak bisa melakukan kegiatan apapun sebelum sampai ke daratan. Mereka hanya bisa menghibur diri dengan bermain gitar, mendengarkan radio atau menonton tv.

6. Tidak Bisa Memberi Kabar Keluarga

Seringkali pelaut merasa sedih karena mereka tidak bisa menghubungi keluarga lantaran di laut sering tidak ada sinyal, maka dari itu kebanyakan orang tua tidak membolehkan anaknya untuk menjadi pelaut. Selama kurang lebih 6 bulan, pelaut tidak bisa mengoperasikan Hp walaupun mereka sedang mengalami bahaya. Mereka hanya bisa pasrah kepada Allah dan berdoa agar selalu diberikan keselamatan.
 
Itulah resiko yang akan dialami seorang pelaut. Apabila Anda ingin menjadi pelaut maka pertimbangkan beberapa resiko diatas dan jika Anda sudah yakin menjadi pelaut maka jadilah pelaut yang baik dan jangan sampai melakukan hal yang mengecewakan keluarga di rumah, karena keluarga pasti sangat mengharapkan kabar baik dari Anda.