Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan atas artikel

5 Realita Kehidupan Yang Dialami Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Selesai kuliah memang menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi semua mahasiswa karena mereka telah berjuang kurang lebih 4 tahun dan akhirnya bisa lulus dengan menyandang gelar sarjana. Banyak mahasiswa yang dari awal memang sudah menginginkan agar lulus cepat dan mendapatkan IPK yang bagus, pemikiran tersebut tidak sepenuhnya salah tetapi kehidupan setelah kuliah tidak seindah yang dibayangkan dan itu sebenarnya awal dari perjuangan hidup. Berikut ini ada beberapa realita yang akan dihadapi ketika sudah lulus kuliah.

Relaita Setelah Lulus Kuliah

5 Realita Kehidupan Yang Dialami Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

1. Kehilangan Teman

Hal yang pertama dirasakan yaitu kehilangan teman dekat yang biasanya saat kuliah sering nongkrong bareng, tetapi setelah lulus mereka menghilang semua dan sibuk memperjuangkan karirnya. Ada yang lanjut kuliah S2 dan ada juga yang lebih memilih untuk berbisnis. Dengan begitu tidak ada lagi waktu untuk nongkrong, terlebih jika teman Anda berasal dari daerah yang berbeda, pasti mereka akan pulang untuk mengembangkan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah.

2. Tanggungjawab Bertambah

Bukan berarti setelah lulus kuliah terus Anda bisa bebas, tetapi umur Anda akan semakin bertambah dan tanggungjawab pun akan semakin berat. Jika Anda seorang laki-laki maka harus mempunyai pekerjaan yang jelas agar nantinya bisa menikah dengan menggunakan uang sendiri dan tidak meminta kepada orang tua. Selain itu Anda juga harus bisa membahagiakan orang tua yang sudah berjuang membiayai Anda kuliah sampai lulus.

3. Susahnya Mendapat Pekerjaan

Menyandang gelar sarjana bukan berarti Anda mudah dalam mendapatkan pekerjaan. Kenyataannya sekarang banyak sekali mahasiswa S1 yang nganggur setelah lulus kuliah, bahkan ada juga yang bekerja tetapi tidak sesuai dengan bidangnya. Karena sekarang tiap tahun sarjana sudah semakin banyak, dan lapangan pekerjaan pun semakin sedikit jadi persaingan akan sangat ketat. Bagi Anda yang belum wisuda maka persiapkan semuanya dari sekarang agar nantinya setelah lulus tidak kebingungan apabila belum mendapatkan pekerjaan. Contohnya Anda bisa memulai bisnis atau bahkan kerja part time agar lebih bermanfaat.

4. IPK Tidak Terlalu Dibutuhkan

Masih banyak mahasiswa yang ketika kuliah mereka selalu fokus pada pelajaran agar mendapatkan IPK yang tinggi, bahkan bisa cumlaude  karena mereka berfikir bahwa IPK sangat berguna untuk mendapatkan pekerjaan. Namun kenyataannya perusahaan tidak mementingkan IPK, dan yang paling dipentingkan yaitu skill yang dimiliki freshgraduate tersebut. Maka dari itu perdalam skill yang Anda kuasai agar nantinya saat ditanya skill oleh perusahaan bisa menjawab dengan baik dan bisa menunjukkan buktinya. Sekarang perusahaan besar seperti Google dan Apple sudah tidak membutuhkan yang namanya ijazah, karena banyak sekali lulusan S1 yang tidak mempunyai skill dalam bekerja.

5. Jenuh Menganggur

Hampir semua mahasiswa pasti setelah wisuda mengalami masa-masa nganggur, baik itu menunggu panggilan kerja atau bahkan masih pusing memikirkan kedepannya mau kemana. Libur setelah wisuda dan libur setelah UAS sangat berbeda, karena libur setelah wisuda pasti akan berfikir bagaimana membangun karir kedepannya dan bagaimana caranya agar mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion. Maka dari itu banyak mahasiswa yang stress setelah wisuda karena belum tahu mau dibawa kemana dirinya. Kejenuhan saat menganggur hanya akan membuat orang menjadi pasrah dengan keadaan dan akhirnya mempunyai pikiran ”yang penting dapat kerja apapun itu”.
 
Menjadi mahasiswa sudah tidak waktunya lagi untuk bersenang-senang karena kuliah merupakan penentu kehidupan setelah wisuda nanti. Selain itu jangan hanya mengejar nilai karena nilai bagus tidak  akan berguna di kehidupan yang sebenarnya. Ijazah bukan penentu kesuksesan seseorang, namun hanya menjadi pertanda bahwa orang tersebut pernah menjadi mahasiswa di sebuah universitas.