Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan atas artikel

4 Penyebab Banyak Mahasiswa Nganggur Setelah Lulus Kuliah

Menjadi seorang mahasiswa tentu memiliki kebanggaan tersendiri, karena tidak semua orang bisa merasakan duduk di bangku perkuliahan. Tetapi sekarang ini masih banyak mahasiswa yang menggunakan waktunya untuk hura-hura, dan pada akhirnya setelah lulus tidak jadi apa-apa alias nganggur. Nah ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah mengapa seorang yang lulus sarjana tetapi malah jadi pengangguran, kalau kaya gini yang salah yaitu sistem perkuliahannya atau mahasiswa itu sendiri?
 
Menjadi mengangguran memang hal yang tidak diinginkan oleh semua orang, karena semakin tua kebutuhan akan semakin banyak terutama bagi seorang pria yang harus menikahi wanita dan itu membutuhkan dana yang sangat besar, tetapi apa jadinya jika pria tersebut malah nganggur? Sekarang ini banyak orang yang perfikiran setelah lulus kuliah hidupnya langsung enak dan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, tetapi faktanya banyak sekali luilusan S1 yang jadi tukang ojek atau bahkan kerja seadanya. Kuliah memang penting tapi tidak cukup, nah dari analisis yang saya dapatkan dari senior yang sudah lulus, ada beberapa penyebab seorang mahasiswa menjadi penganguran.

Penyebab Sarjana Nganggur

4 Penyebab Banyak Mahasiswa Nganggur Setelah Lulus Kuliah

1. Salah Memilih Jurusan

Penyebab mahasiswa nganggur yang pertama yaitu mereka salah memilih jurusan. Hampir 60% mahasiswa baru salah dalam memilih jurusan, dan akhirnya mereka asal-asalan dalam mengikuti perkuliahan. Kegiatan selama kuliah pun mereka abaikan karena passionnya tidak di bidang tersebut. Maka dari itu sebelum masuk dunia perkuliahan, maka tentukan dulu passion Anda dimana, agar saat memilih jurusan kuliah lebih tepat.

2. Kurangnya Soft Skill

Mahasiswa jaman sekarang yang dipikirkan hanyalah IPK, dan apabila IPK mereka diatas 3,5 atau bahkan 4,0 seolah-olah mereka sudah menguasai segalanya. Akan tetapi yang dibutuhkan sebuah perusahaan tidak hanya IPK tetapi juga skill yang dimiliki mahasiswa tersebut. Percumah jika IPK Anda cumlaude tetapi tidak mempunyai skill yang mumpuni. Untuk itu ketika menjadi mahasiswa jangan terjebak dalam IPK saja, Anda harus menguasai skill contohnya skill berbicara di depan umum, skill membuat sebuah software, skill editing dan masih banyak lagi. Ketika Anda melamar di perusahaan besar, yang ditanya bukan IPK Anda berapa, tetapi skill apa yang Anda miliki.

3. Minimnya Lowongan Pekerjaan

Semua kampus yang ada di Indonesia pasti setiap tahunnya mewisuda mahasiswanya dari berbagai jurusan, dan yang diwisuda bisa mencapai ribuan atau bahkan ratusan ribu mahasiswa. Sementara lowongan pekerjaan terbatas dan pasti semuanya akan bersaing mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Tidak mungkin perusahaan di Indonesia menampung semua mahasiswa yang baru lulus. Maka dari itu banyak mahasiswa yang menjadi pengangguran setelah kuliah, karena lowongan pekerjaan tidak sebanding dengan banyaknya lulusan sarjana tiap tahunnya.

4. Terlalu Gengsi

Setelah menyandang gelar S1 maka yang ada dipikirkan yaitu kerja kantoran dan berpakaian rapi, bahkan langsung ingin memiliki gaji besar. Mentang-mentang gelarnya sarjana mereka tidak mau bekerja diluar bidangnya atau bisa dibilang gengsi. Nah sifat itulah yang membuat mahasiswa banyak yang nganggur. Jika Anda baru lulus kuliah tidak usah gengsi bekerja di bidang apapun, karena orang yang sukses berawal dari pekerjaan yang sederhana terlebih dahulu.
 
Bagi Anda yang sekarang masih kuliah, alangkah baiknya sambil membangun sebuah bisnis, karena jika Anda setelah lulus kuliah belum mendapatkan pekerjaan, maka bisa mengembangkan bisnis Anda tersebut. Tujuan kuliah bukan untuk mencari kerja, tetapi sebagai proses pendewasaan diri dan untuk mencari pengalaman.