Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan atas artikel

6 Kendala Yang Sering Dikeluhkan Dalam Pembelajaran Online

Sistem pembelajaran online atau daring memang sudah diterapkan di luar negeri oleh beberapa instansi, tetapi masih banyak juga yang belum menerapkan sistem ini terutama di Indonesia yang masih menggunakan sistem tatap muka. Nah ketika terjadi pandemi seperti sekarang ini, mau tidak mau pembelajaran harus dialihkan ke online. Tidak sedikit siswa yang mengeluhkan adanya kebijakan ini karena keterbatasan fasilitas yang disediakan oleh pemerintah. Dengan adanya belajar daring, pasti banyak sekali kendala yang dialami oleh semua siswa. Berikut beberapa kendala yang dikeluhkan saat pembelajaran online atau daring.

Kendala Pembelajaran Online

6 Kendala Yang Sering Dikeluhkan Dalam Pembelajaran Online

1. Kuota Internet Yang Cukup Mahal

Syarat utama dalam mengikuti pembelajaran daring yaitu harus memiliki kuota internet, karena hampir setiap hari siswa membutuhkan yang namanya layanan internet dan itu pasti membutuhkan kuota internet yang tidak sedikit. Paling tidak sehari menghabiskan sekitar 3GB, dan itu sudah termasuk untuk mengerjakan tugas dan mengikuti pelajaran lewat aplikasi seperti google meet atau zoom. Harga paket data sekitar 30 ribu sampai 100 ribu, itu semua tergantung kebutuhan siswa. Semakin banyak tugas yang diberikan, maka akan semakin banyak pula uang yang dikeluarkan untuk membeli kuota internet.

2. Jaringan Internet Yang Susah

Permasalahan ini banyak dialami oleh siswa yang tinggal di daerah plosok dan sulit untuk mendapatkan sinyal. Mereka akan kebingungan jika ada jadwal sekolah, terlebih jika guru mengadakan ulangan dan ulangan tersebut membutuhkan jaringan internet. Dari permasalahan tersebut, banyak siswa yang tinggal di plosok memutuskan untuk berhenti sekolah lantaran sulit untuk menemukan sinyal, dan tidak bisa mengikuti pembelajaran online dengan baik.

3. Keterbatasan Fasilitas Hp Android

Tidak semua siswa memiliki Hp android dan kalaupun punya mereka pasti tidak bisa menggunakannya dengan baik, terlebih jika masih duduk di bangku SD. Jika tidak memiliki Hp android otomatis tidak bisa mengikuti pembelajaran seperti teman-temannya. Nah hal ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah bagaimana caranya agar siswa yang tidak mempunyai Hp android tetap bisa mengikuti pembelajaran online. Jangan sampai siswa putus sekolah hanya karena tidak mempunyai Hp.

4. Keterbatasan Dana Dari Wali Murid

Situasi pandemi membuat semua karyawan dirumahkan karena untuk mencegah penularan covid-19. Apabila orang tua siswa yang bekerja sebagai buruh dan saat itu juga kena PHK, otomatis tidak mempunyai penghasilan lagi, karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja masih mengandalkan gaji tiap bulan. Bagaimana jika orang tua tidak mempunyai gaji, terlebih jika anaknya setiap hari membutuhkan kuota internet dan itu sangat mahal? Pasti mereka akan berfikir lebih keras dan melakukan berbagai macam cara agar anaknya bisa tetap sekolah, bahkan mereka bisa meminjam uang demi anaknya yang sedang mengikuti pembelajaran online.

5. Banyak Siswa Yang Tidak Memperhatikan

Guru pasti tidak akan tahu apa saja yang dilakukan anak didiknya ketika pembelajaran online berlangsung. Bisa jadi mereka malah bermain game atau bahkan bisa bolos sekolah karena tidak ada yang mengawasi. Lebih parah lagi jika anak SMA yang tidak mengikuti peembelajaran online, tetapi mereka malah pacaran diluar sana dan melakukan hal negatif. Selain itu, ilmu yang didapatkan ketika pembelajaran online akan susah sekali masuk, terutama bagi anak SD yang masih senang-senangnya bermain.

6. Terlalu Banyak Tugas

Ketika belajar daring maka semua guru pasti akan sering memberikan tugas kepada muridnya, karena mereka tidak bisa mengajar secara langsung. Tetapi yang perlu diperhatikan yaitu ketika pandemi seperti sekarang ini, cukup berikan materi yang bermanfaat untuk siswa tersebut dan tidak perlu diberikan tugas terlalu banyak. Jika terlalu banyak tugas maka siswa akan merasa stress dan tidak bisa meluangkan waktu untuk belajar hal lain.
 
Jadi kesimpulannya pemerintah seharusnya memperhatikan anak-anak yang ada di pelosok desa yang saat ini masih kesulitan mengikuti pembelajaran online. Tidak hanya pemerintah saja, tetapi guru juga harus selalu peduli dengan apa yang dilakukan murid setiap harinya, atau bisa juga menelpon wali murid untuk mengetahui kondisi anaknya saat pembelajaran online.