Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan atas artikel

7 Kesalahan Orang Tua Paling Fatal Dalam Mendidik Anak

Menjadi orang tua merupakan salah satu tanggung jawab yang harus dilakukan dengan sepenuh hati, karena apa yang dilakukan oleh orang tuanya pasti anak tersebut akan menirunya. Perilaku anak tergantung perilaku orang tua, jika Anda mengajarkan anaknya berbuat baik maka dia akan meniru, tetapi jika Anda melakukan hal negatif walaupun sedikit, maka anak juga akan meniru. Menjadi orang tua harus tahu bagaimana cara mendidik anak dengan benar, karena itu semua akan menentukan masa depannaya. Berikut beberapa kesalahan yang harus Anda hindari dalam mendidik anak.

Kesalahan Dalam Mendidik Anak

7 Kesalahan Orang Tua Paling Fatal Dalam Mendidik Anak

1. Terlalu Banyak Mengatur

Apabila Anda sudah mempunyai anak, maka janganlah sering mengatur mereka karena jika terlalu sering diatur maka mereka akan stress dan tidak bisa melakukan hal baru di sekitarnya. Anak butuh yang namanya kebebasan dalam mengembangkan potensinya, untuk itu jika mereka melakukan hal baru, maka dukunglah selagi hal tersebut benar. Tetapi jika hal yang dilakukan anak tidak benar, maka Anda wajib melarangnya.

2. Menegur Secara Berlebihan

Setiap anak kecil pasti lagi senang-senangnya bermian apa yang dia sukai. Seringkali meraka melakukan kesalahan yang membuat Anda marah. Tetapi Anda harus mengontrol emosi dan jangan sampai Anda memarahi anak secara berlebihan, karena jika anak sering ditegur atau dimarahi maka pikiran dia akan semakin tertekan dan bahkan bisa melakukan segala hal yang dia mau.

3. Kurang Pengawasan

Jika anak Anda masih berusia 8-12 tahun, maka selalu awasi dengan siapa dia bergaul dan melakukan apa saja. Jangan biarkan anak bebas melakukan segala hal, karena jika itu terjadi maka setelah dia besar sifat tersebut akan terbawa dan membuat mereka selalu bebas. Untuk itu jika anak Anda masih kecil, didiklah dengan baik. Mengawasi anak bukan berarti melarang, tetapi Anda hanya memberitahu anak tersebut jika sudah mulai melakukan hal yang negatif.

4. Terlalu Banyak Nonton TV

Acara televisi memang tidak semuanya buruk, ada juga siaran tv yang mendidik. Tetapi Anda sebagai orang tua harus tahu kapan waktu  yang tepat untuk nonton tv dan juga waktu untuk balajar. Orang tua jaman sekarang kalau sudah didepan tv dan nonton acara sinetron malah menjadi lupa dengan anaknya. Terkadang dia mengajak anaknnya ikut nonton sinetron. Jika hal ini terus dilakukan, maka  anak Anda akan malas belajar dan anak mengikuti gaya hidup orang di televisi.

5. Kurang Perhatian

Sifat ini biasanya terdapat dalam diri seorang ayah, karena anak akan lebih nurut sama ibunya. Sebagai serorang ayah tentunya harus meluangkan waktunya untuk memperhatikan anaknya, karena sang anak pasti butuh sekali perhatian dari orang tua. Dan ketika muka anaknya terlihat sedih, maka langsung ditanya ada masalah apa dan juga kasih solusi terbaik.

6. Sering Membandingkan Anak

Hampir semua orang tua pasti pernah yang namanya membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain, terutama masalah nilai di sekolah. Yang seharusnya Anda lakukan yaitu bukan membandingkan anak, tetapi Anda harus selalu mendukung apa yang dilakukan anak tersebut. Karena jika Anda membandingkan anak terus-menerus, maka akan tersebut seakan-akan tidak memiliki kelebihan dan dia pasti akan selalu minder dalam hal apapun.

7. Menjadi Contoh Yang Buruk

Ini yang harus lebih diperhatikan ayah terhadap anak. Kebanyakan ayah mengajarkan anaknya melakukan hal yang tidak baik, contohnya ayah tersebut merokok di depan anak yang masih kecil. Jika suatu saat anak tersebut melakukan hal yang sama seperti Anda yaitu merokok, maka jangan salahkan anak Anda, tetapi perhatikan diri Anda sekarang masih merokok atau tidak. Hampir 90% kelakuan anak sama seperti kelakuan orang tuanya.
 
Sebagai orang tua harus menerapkan didikan yang baik kepada anak, karena itu semua akan berpengaruh terhadap psikologi anak. Jangan sampai Anda salah didik, karena anak merupakan sebuah harapan keluarga yang harus dijaga dan dididik dengan baik. Selain itu, Anda juga harus membebaskan anak untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri, karena setiap orang memiliki potensi  yang berbeda-beda.